Madinia Press merupakan salah satu divisi di bawah kepengurusan Madrasah Diniyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yang bekerja dalam bidang publishing buku agama, klasik maupun kontemporer.
Madrasah Diniyah, sebagai penghubung antara pondok, yang bagi sebagian kalangan dianggap sakral, dengan masyarakat yang ingin belajar agama tanpa harus mondok di pesantren.
Kondisi ini ternyata berdampak terhadap cara pendidikan dan pengajaran yang harus diterapkan di lembaga tersebut. bagaimana tidak, para ustadz harus memberi pendidikan agama kepada para santri yang bermacam-macam latar belakang serta umur. misal, ada santri masih kecil tapi sudah mampu mengenal huruf hijaiyyah. pun ada santri yang sudah tingkat smp namun sama sekali belum memahami huruf arab.
Materi yang sama disampaikan kepada audien yang berbeda tentu membutuhkan "seni" belajar tersendiri yang bisa diterima masing-masing pihak. di sinilah peran salah satu buku terbitan Madinia Press, yaitu QM (al-Qiro`ah al-Muyassaroh) karya Dr. KH. Habib Abdusyakur, MA.
Buku ini berisi empat jilid yang menguraikan cara belajar mengenal huruf hijaiyyah dan membaca al-Qur`an dengan disesuaikan "lisan" Indonesia pada umumnya.
Berbeda dengan Qo'idah Baghdadiyyah, QM mengenalkan huruf hijaiyyah disesuaikan dengan tingkat kesulitannya. terlebih dahulu dikenalkan huruf yang paling familiar dengan orang Indonesia seperti alif, ba`, ta`, jim, sin, kaf, lam, min, nun, ha`, wawu, dan ya`. kemudian dilanjutkan huruf dengan kesulitan sedang seperti dal, ra`, fa`, tsa, ha, kho, dzal, za`, syin, dan qof. dan terakhir huruf yang memiliki kesulitan tinggi seperti shod, dhod, tho`, dan zho`.
Kelebihan lain dari metode buku ini adalah materi tidak diajarkan secara teoritis melainkan langsung. sehingga nantinya boleh jadi santri belum mengenal hukum bacaan tajwid namun sudah mampu mempraktekkan dengan benar.
Rabu, 10 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
